Dp3ap2kb bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kab. PPU menggelar rangkaian peringatan hari ibu ke-97 yang diperingati setiap tanggal 22 Desember 2025, bertempat di aula lantai 1 setkab PPU, Rabu (10/12/2025). Peringatan Hari Ibu yang bertujuan untuk menghargai jasa ibu, perjuangan dan kontribusi perempuan khususnya dalam keluarga berlangsung khidmat dan penuh haru.

Bertema Perempuan Berdaya dan Berkarya menuju Indonesia Emas 2045, rangkaian Peringatan Hari Ibu dibuka dengan pertunjukan tari oleh siswi dari Sekolah Luar Biasa dan Forum Anak Kabupaten Penajam Paser Utara. Selain itu, kegiatan Peringatan Hari Ibu tersebut dirangkaikan dengan seminar oleh psikolog Vivi Nur Asyiah Br. Damanik, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang menyampaikan materi tentang bagaimana cara pola asuh anak Generasi Z. Para tamu undangan terdiri atas SKPD se-Kabupaten PPU, Forkopimda, Organisasi Wanita se-Kabupaten PPU, dan BPD Kaltimtara

Wakil Bupati Penajam Paser Utara dalam sambutannya menyampaikan momentum Hari Ibu ke 97 mendorong perempuan Penajam Paser Utara agar semakin percaya diri, berdaya dan mampu mengambil peran strategis dalam keluarga dan masyarakat, selain itu Wakil Bupati Abdul Waris Muin mengatakan sosialisasi pola asuh ala Gen Z dapat menjadi sarana penting untuk memperkuat kualitas keluarga, terutama dalam menghadapi dinamika perkembangan anak dan remaja di era digital.

“Dengan keluarga dan lingkungan yang mendukung, kita dapat melahirkan perempuan-perempuan hebat dan anak sehat yang berprestasi sebagai generasi penerus yang siap menyongsong masa depan menuju Indonesia Emas 2045”. Ucapnya (10/12/2025)

Selain itu dalam laporannya ketua panitia kegiatan yang merupakan kepala Dp3ap2kb mengatakan kegiatan hari ibu adalah momentum emas untuk mengapresiasi peran tak ternilai dari ibu.

“Mereka pilar utama keluarga, sumber kekuatan dan pembawa cahaya budaya” Ujarnya

Sementara itu, ketua GOW PPU Hj. Andi Israwati Latief, dalam sambutanya, menyampaikan bahwa Hari Ibu adalah waktu istimewa untuk mengenang perjuangan seorang ibu dalam keluarga dan masyarakat.

“Ibu adalah baby sitter, babynya adalahnya kita semua. Baby sitter yang tidak di bayar, tidak pula meminta gaji, kedudukannya harus dimuliakan,” ujarnya.

di akhir acara pembukaan, dilakukan pemberian tali asih kepada lansia berupa sembako yang diserahkan oleh wakil bupati Penajam Paser Utara.

Adapun kegiatan ini lebih dari sekadar seremoni dan kata-kata indah, rangkaian kegiatan ini diharapkan mengajak kita semua untuk lebih menghargai jasa-jasa ibu dalam kehidupan kita sehari-hari. Mari kita jadikan semangat ini terus hidup, bukan hanya saat perayaan, tapi juga setiap hari. (syr)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.